Mentri Agama RI : Kementrian Agama Sediakan Dana Besar untuk Peningkatan Kualitas Riset

Surya Dharma Ali, Mentri Agama RI saat memberikan sambutan pada pembukaan Pionir 2013 di stadion Maulana Yusup Seran, Senin (19/08). Dalam sambutan tersebut beliau menekan kepada seluruh kontingen untuk menjunjung tinggi sportifitas. More »

 

Pelatihan Kewirausahaan Anggota Kopma

Dalam rangka membangkitkan semangat kewirausahaann, hari ini UKM Koperasi Mahasiswa (KOPMA) IAIN “SMH”Banten mengadakan pelatihan Kewirausahaan Bagi Anggota Koperasi Mahasiswa di S.Rizki, Sabtu (19/7).

 

Misri selaku Direktur Utama (Dirut) Kopma mengatakan dengan adanya acara ini diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan kewirausahaan untuk kehidupan diluar.

“Semoga jumlah pengangguran di Serang dapat diminimalisir, dan kita dapat membuka peluang usaha yg lebih banyak lagi,” ungkapnya.

 

Acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM yang bekerjasama dengan Kopma IAIN ini diisi oleh pemateri dari Kementrian Koperasi Republik Indonesia Kholis Pahrudin.

 

Misri menambahkan jika kita mengamati khususnya di Kota Serang ini bahwa banyak sekali peluang untuk kita membuka usaha.

“Sekarang zamannya kita membuka usaha bukan mencari pekerjaan lagi,” tambahnya. (Ferry-SiGMA)

 

Mencari Hal Positif Dari Pacaran

pacaran-tak-ada-dalam-islam-604x345gambardikutip dari http://muslim.or.id

Pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yg biasanya berada dlm rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yg dikenal dengan pernikahan. Namun, gaya pacaran anak remaja baik smp dan sma berbeda dengan gaya pacaran orang dewasa mahasiswa, ini dapat dilihat dari cara berpacaran dan pemikirannya.

Seperti Lia Inayatika, mahasiswi Jurusan Ekonomi Islam semester dua ini mengatakan kalau pacaran ala anak SMP atau SMA itu hanya menghabiskan waktu dengan hura-hura.

“Aku lebih banyak sharing masalah perkuliahan karena kita sama-sama mahasiswa jadi bisa saling membantu kalau ada tugas kuliah,” ujar nya.

Dizaman sekarang, yg maraknya pergaulan bebas ternyata masih ada segelintir mahasiswa yg bisa menanggapi pacaran dengan positif dengan saling tukar fikiran dalam hal pendidikan, seperti yg dilakukan Lia inayatika.

Jika kita melihat realitas gaya berpacaran anak muda zaman sakarang kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan remaja memiliki pemikiran yg irasional, sedangkan gaya berpacaran anak dewasa khususnya mahasiswa mayoritas memiliki pemikiran yg rasional. (mg.mala)

Kampanye Politik Merambah Ke Dunia Pendidikan

SiGMAnews.com – Dalam Undang-undang Republik Indonesia no.8 tahun 2012 Pasal 86 ayat 1 poin (h) dijelaskan bahwa Pelaksana, peserta, dan petugas kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Namun, sepertinya saat ini banyak pelaku kampanye yang melanggar undang-undang tersebut. hal ini dibuktikan dengan surat edaran atas nama Jaringan Mahasiswa Nusantara (Jaman) yang mengundang Dema IAIN “SMH” Banten pada acara kampanye dukungan kepada salah satu Capres RI yang akan dilaksanakan senin 23 Juni 2014 di Alun-alun Kota Serang.

Menurut Muhammad Safaruddin, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) IAIN “SMH” Banten, hal tersebut sudah melanggar undang-undang yang berlaku, “dunia pendidikan kan seharusnya netral,” kata Safar, Minggu (22/6).

Safar berharap, IAIN “SMH” Banten tidak terlibat dalam politik praktis, “kalo secara pribadi sih boleh-boleh saja, tapi kalau sampe bawa nama lembaga itu sudah melanggar,” ujar Safar. (Rozak-SiGMA)

Kampanye Politik Merambah Ke Dunia Pendidikan

10407683_841666909184316_8848581340519129288_n 10502368_841665999184407_2406813920850456534_n

SiGMAnews.com – Dalam Undang-undang Republik Indonesia no.8 tahun 2012 Pasal 86 ayat 1 poin (h) dijelaskan bahwa Pelaksana, peserta, dan petugas kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Namun, sepertinya saat ini banyak pelaku kampanye yang melanggar undang-undang tersebut. hal ini dibuktikan dengan surat edaran atas nama Jaringan Mahasiswa Nusantara (Jaman) yang mengundang Dema IAIN “SMH” Banten pada acara kampanye dukungan kepada salah satu Capres RI yang akan dilaksanakan senin 23 Juni 2014 di Alun-alun Kota Serang.

Menurut Muhammad Safaruddin, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) IAIN “SMH” Banten, hal tersebut sudah melanggar undang-undang yang berlaku, “dunia pendidikan kan seharusnya netral,” kata Safar, Minggu (22/6).

Safar berharap, IAIN “SMH” Banten tidak terlibat dalam politik praktis, “kalo secara pribadi sih boleh-boleh saja, tapi kalau sampe bawa nama lembaga itu sudah melanggar,” ujar Safar. (Rozak-SiGMA)

Lagi, Curanmor Terjadi Di Kampus

SiGMAnews.com – Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) kembali terjadi di kampus IAIN ”SMH” Banten.

Curanmor yang terjadi di halaman fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) tersebut menimpa seorang mahasiswa semester IV jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Omedi, korban Curanmor mengatakan, kejadian tersebut terjadi ketika ia hendak pulang seusai kuliah, “Ketika itu saya mau pulang jam lima sore,” ungkapnya saat ditemui oleh wartawan SiGMA, Selasa (17/6).

Lambannya Tanggapan Pihak Lembaga

20140606_125824

SiGMAnews.com – Karena ketidakmampuan membayar administrasi Rumah Sakit untuk biaya persalinan istrinya yang baru saja melahirkan dengan cara sesar, Ade meminta bantuan dana kepada pihak kampus IAIN “SMH” Banten.

Ade yang bertugas sebagai security di kampus IAIN “SMH” Banten ini tidak mampu melunasi biaya persalinan sebesar dua puluh satu juta rupiah pada pihak rumah sakit dan itu membuat istrinya tidak diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Tetapi pihak lembaga lamban memberikan tanggapan mengenai hal ini.

Mendengar kabar ini, Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN “SMH” Banten turun tangan untuk membantu security (Ade-Red) ini. Mereka memberikan bentuk kepeduliannya dengan mengumpulkan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) dan lembaga yag ada dikampus dan meminta agar mreka menyumbangkan uang  seratus ribu rupiah untuk ikut menolong

Ketua SEMA Muhammad Saparudin mengungkapkan target dari SEMA sendiri untuk membantu Ade terdiri dari instansi-instansi yang ada di kampus baik dari Dewan Mahasiswa Institut (DEMA I), Dewan Mahasiswa Fakultas (DEMA F), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) hingga mahasiswa yang ada dikampus

“saya dengar dari phak lembaga sudah memberi tanggapan tetapi lamban dalam memberikan bantuan sedangkan jika administrasi tidak segera dilunasi maka biaya akan terus bertambah,” ungkapnya.

Setelah meminta bantuan kepada Keluarga Besar Mahasiswa, pihak SEMA memberikan hasil sumbangan kepada pihak lembaga dan menyerahkan sisa pembayarannya kepada lembaga. (mg. umam/fr)

Kurang Optimalnya Jadwal Car Free Day

SiGMAnews.com – Acara Car Free Day di IAIN “SMH” Banten yang diselenggarakan oleh Dema ini tidak seoptimal dengan yang di harapkan. Acara car free day yang seharusnya di mulai dari pukul lima pagi sampai dengan pukul enam sore, tetapi pukul dua siang acara tersebut sudah tidak berlaku, Kamis (05/06)

Dengan ketidak tepatan jadwal ini mengundang komentar dari banyak mahasiswa IAIN, salah satunya Qodariah, mahasiswi jurusan PBI A ini mengatakan pihak penyelenggaranya tidak konsisten dan tidak bertanggung jawab jika memang ingin menyelenggarakn car free day maka kita pahami dahulu arti dari kata car free day.

“Car Free Day itu hari bebas kendaraan, maka selama satu hari itu tempat dimana dilaksanakannya acara itu harus bebas dari kendaraan,” ujarnya.

Aan Sunaefi selaku wakil presiden menjawab semua komentar yang dilontarkan oleh para mahasiswa bahwa jadwal awal car free day yang diselenggarakan mulai dari jam lima pagi sampai dengan jam enam sore, tapi kemudian kami meralat itu sampai dengan jam tiga.

“Karena mengingat bahwa ada UKM dan lahan pengalihan tempat parkir bukan milik kita, jadi kami mengoptimalkan bahwa ketika jam enam sore semua kendaraan yang ada di pengalihan tempat parkir harus bersih, artinya tidak ada kendaraan sedikitpun,” tuturnya.

Acara car free day yang diselenggarakan di kampus ini sengaja diadakan karena bertepatan dengan hari  lingkungan sedunia. Bukan hanya Dema yang berpartisipasi, beberapa ukm pun ikut berpartisipasi seperti UKM Mahapeka, dan acara car free day ini dilanjutkan dengan dialog public, dengan pemateri dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). (mg. Umam/fery)

Mahasiswa Tolak Kedatangan Calon Wakil Presiden

IMG_8291

SiGMAnews.com– Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN “SMH” Banten melakukan aksi tolak politisasi kampus yang digelar didepan kampus IAIN “SMH” Banten, Kamis (5/6).

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam ini menyatakanpenolakan rencana kedatangan salah satu kandidat calon Wakil Presiden Republik Indonesia ke kampus IAIN “SMH” Banten.

Abdul Rosyid selakuhumas dalam aksi ini mengatakan, mereka menolak segala bentuk indikasi politisasi yang dilakukan di lembaga pendidikan

“Kami tolak mereka datang ke kampus,” ujar Rosyid saat dimintai tanggapan disela-sela aksi.

Masih menurut Rosyid, para politisi diperbolehkan untuk mengadakan kampanye akan tetapi tidak dilakukan dilingkungan pendidikan.

“Lingkungan pendidikan dikenal sebagai lingkungan independen,” tambahnya.

Ketua Dema Institut IAIN “SMH” BantenDeden Mashudi mengatakan dirinya mendukung aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.

“Malam kamis kemarin saya kumpulkan seluruh elemen KBM untuk membicarakan hal tersebut, dan kami sepakat untuk menolak kedatangan mereka,” ungkapnya. (Mg-Helmi/fery)

Syibli Syarjaya; Tahun Ini akan Terima Dua Ribu Mahasiswa Baru

medium_54rektor_iain copySiGMAnews.com – Setelah terjadi over kuota penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2013 lalu, IAIN “SMH” Banten kali ini akan menambah kuota untuk penerimaan mahasiswa baru.

Hal tersebut diungkapkan oleh Syibli Syarjaya, Rektor IAIN “SMH” Banten saat ditemui diruang kerjanya oleh wartawan SiGMA. Menurutnya, pada tahun ini lembaga berencana akan menambah kota untuk penerimaan mahasiswa baru, “kami akan menerima mahasiswa baru sebanyak

Ketua Dema Anggap TPKM Hamburkan Uang

DSC_0487

SiGMAnews.com – Beberapa hari lalu Tim Pembina Kegiatan Mahasiswa (TPKM) pergi ke Bengkulu selama seminggu dengan alasan mendampingi UKM Pramuka yang sedang mengikuti perkemahan. Hal ini dianggap oleh Deden Mashudi selaku Ketua Dema sebagai bentuk penghamburan anggaran karena mereka (TPKM-red) tidak benar-benar melakukan pembinaan.

Meskipun tidak tahu pasti jumlah ril anggaran yang dikeluarkan untuk trip para pejabat kampus tersebut, Deden merasa yakin trip dengan alibi tugas tersebut memakan dana yang cukup besar. “Karena sebelas pejabat TPKM yang pergi kesana,” ungkap Deden.

Menyikapi hal ini, Deden mengaku akan meminta kepada Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk mengaudit jumlah dana yang dipakai oleh TPKM tersebut. “Biar kita semua tau berapa besar biaya yang digunakan,” sambungnya. (Bayu-SiGMA)